-->

Header Menu

Guru Honorer Minta Diangkat PNS Tanpa Tes, DPRD Beri Dukungan Penuh

Sragen — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Suwardi  memahami apa yang disampaikan dan permasalahan yang dihadapi oleh para guru honorer. Akan tetapi dirinya mengungkapkan, bahwa permasalahan bisa terselesaikan apabila ada regulasi yang harus direvisi.

Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi para guru honorer bersama Komisi IV DPRD Sagen, Kamis (27/2). Selain itu pihaknya juga telah mengupayakan melalui komunikasi dengan Komisi IV DPRD Sragen, agar para guru honorer non kategori mendapatkan insentif yang layak.
“Permasalahan itu bisa terselesaikan apabila ada regulasi-regulasi yang harus direvisi. Upaya untuk para guru honorer mendapatkan intensif yang layak sudah diupayakan dan dikomunikasikan dengan Komisi IV DPRD Sragen,” kata Suwardi.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto mendukung penuh perjuangan para guru honorer non kategori demi mendapat kesejahteraan yang layak. Bahkan ia mendorong pemerintah pusat segera mengangkat semua guru honorer berusia di atas 35 tahun menjadi PNS atau minimal P3K tanpa tes.

Hal itu didasarkan atas realita besarnya pengabdian mereka yang rata-rata sudah belasan hingga puluhan tahun dengan imbalan honor yang sangat tidak layak.

“Kami sampaikan kami mendukung mereka menyampaikan pada presiden untuk dikeluarkan Keppres agar mereka diangkat menjadi ASN atau P3K. Apa pun itu untuk kepentingan para guru honorer kami dukung,” tegas Sugiyamto.

Dia juga meminta dinas pendidikan bisa memetakan distribusi guru baru hasil seleksi CPNS agar tidak sampai mematikan atau menggeser para honorer usia di atas 35 tahun. Jangan sampai, para CPNS baru itu menggeser atau mengurangi jam para guru honorer.

Menurutnya. para guru honorer di atas 35 tahun itu harus dilindungi keberadaannya dan diperjuangkan statusnya.

“Mereka tadi banyak yang nangis karena bingung statusnya. Makanya, kami sangat mendukung mereka bisa diangkat PNS atau P3K tanpa tes. Kalau harus tes, mereka akan kasihan jika harus bersaing dengan fresh graduated yang pemikirannya masih segar. Yang penting sepanjang masih proses perjuangan ke pusat, dinas jangan sampai mematikan hak mereka. Mereka sudah lama, belasan sampai puluhan tahun mengabdi tanpa dihargai. Baru dapat insentif dari APBD saja baru 2 tahun ini Rp 600.000 dan Rp 700.000,” paparnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko
sumber :timlo.net
  • Daftar Nama Honorer yang terdaftar di seluruh Indonesia KLIK DISINI
  • Laman Resmi Dashboard GTK bisa lihat KLIK DISINI

0 Response to "Guru Honorer Minta Diangkat PNS Tanpa Tes, DPRD Beri Dukungan Penuh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel